Main Article Content
Abstract
Pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman liar dengan berbagai manfaat kesehatan, namun pemanfaatannya di Desa Keditan sebelumnya hanya terbatas sebagai pakan ternak. Sejak tahun 2019, mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mendampingi masyarakat untuk mengolah pegagan menjadi keripik. Meskipun demikian, usaha ini masih menghadapi kendala seperti keterbatasan pemasaran, minimnya inovasi produk, serta pengemasan yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan usaha keripik pegagan melalui program pendampingan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi, pelatihan, pendampingan langsung, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan masyarakat dalam pemasaran, inovasi rasa, serta pengemasan produk. Selain itu, distribusi produk tidak lagi terbatas pada wilayah lokal, tetapi mulai merambah ke area wisata. Diharapkan, keberlanjutan program ini dapat meningkatkan daya saing keripik pegagan di pasar yang lebih luas serta memperkuat ekonomi masyarakat setempat.
[Centella asiatica is a wild plant with various health benefits; however, its utilization in Keditan Village was previously limited to livestock feed. Since 2019, students from the Islamic University of Indonesia (UII) have assisted the community through a community service program (KKN) to process Centella asiatica into chips. However, this business still faces challenges such as limited marketing, lack of product innovation, and inadequate packaging. This study aims to analyze community empowerment strategies in developing the Centella asiatica chips business through an assistance program. The method used is a participatory approach with stages including observation, training, direct assistance, and evaluation. The results show an improvement in the community's skills in marketing, product innovation, and packaging. Additionally, product distribution has expanded beyond the local area to tourism markets. It is expected that the sustainability of this program will enhance the competitiveness of Centella asiatica chips in a broader market and strengthen the local community's economy.]