Main Article Content

Abstract

Household waste management remains a critical issue in Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Gunungkidul Regency, due to the low level of public awareness and the suboptimal functioning of institutions such as waste banks and community-based waste task forces. This community engagement program aimed to enhance the community’s capacity particularly women’s in managing household waste through an ecofeminist approach that integrates cultural and religious values. The method used was Participatory Rural Appraisal (PRA), implemented through three stages: pre-implementation, implementation, and post-implementation. Strategic programs included socialization and training on using Black Soldier Fly (BSF) larvae for organic waste decomposition, the formation of waste task forces in 11 hamlets, reactivation of the “Limbah Berkah” waste bank, and the provision of low-emission incinerators. The results demonstrated an increase in knowledge, active community participation, and the establishment of a more structured and contextual household waste management system. This program highlights how participatory and culturally grounded approaches can effectively foster behavioral change toward environmental sustainability in rural communities.


[Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, masih menjadi isu yang signifikan, terutama karena rendahnya kesadaran masyarakat serta belum optimalnya fungsi lembaga seperti bank sampah dan Satgas Sampah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan, dalam mengelola sampah melalui pendekatan ecofeminisme berbasis budaya dan nilai religius. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dalam tiga tahap: pra-pelaksanaan, pelaksanaan, dan pasca-pelaksanaan. Program strategis meliputi sosialisasi pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk sampah organik, pembentukan Satgas Sampah di 11 padukuhan, reaktivasi Bank Sampah “Limbah Berkah”, serta pengadaan insinerator minim asap. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan, partisipasi aktif warga, serta terbentuknya sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan kontekstual. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif dan nilai lokal efektif dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.]

Keywords

sampah ecofeminisme perempuan desa

Article Details

How to Cite
Pendampingan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Melalui Strategi Ecofeminisme di Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul. (2025). Journal of Social and Behavioral Nusantara, 1(1), 37-50. https://pub.siradjournal.com/index.php/jsbn/article/view/41

How to Cite

Pendampingan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Melalui Strategi Ecofeminisme di Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul. (2025). Journal of Social and Behavioral Nusantara, 1(1), 37-50. https://pub.siradjournal.com/index.php/jsbn/article/view/41