Main Article Content

Abstract

Deep learning is an approach in the independent curriculum promoted by Prof. Dr. Abdul Mu'ti, Minister of Primary and Secondary Education in the 2024-2029 Cabinet of Merah Putih. This article describes humanism as a philosophy of education, the deep learning approach, and the integration of humanism in deep learning. This study uses a qualitative approach with a library research method. The sources in this study are books and scientific journals related to the philosophy of humanistic education and deep learning. Data was collected through documentation and analyzed using inductive techniques. Deep learning is an approach that emphasizes the conditioning of the learning environment and a conscious, meaningful, and joyful learning process through comprehensive and integrated mental, emotional, sensory, and physical exercises. Deep learning is a concrete manifestation of humanistic education, as the conceptual foundations and learning experiences developed therein are in line with the core values of humanistic philosophy. The principle of consciousness enables students to regulate themselves, manage their learning process, and take responsibility for their independent development. The principle of meaningfulness provides direction for learning so that what students learn will be beneficial to them. The principle of joy allows students to feel safe and happy during the learning process. The understanding stage in deep learning encourages students to build self-awareness and construct their knowledge, while the application stage reflects humanistic values through the creative and empathetic application of knowledge in real life. The reflection stage emphasizes the importance of self-regulation, responsibility, and self-actualization as emphasized by Carl Rogers. Thus, deep learning becomes a manifestation of humanistic values in education that is meaningful, reflective, and humanizes students.


[Pembelajaran mendalam merupakan suatu pendekatan dalam kurikulum merdeka yang digaungkan oleh Bapak Prof. Dr. Abdul Mu`ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Kabinet Merah Putih 2024-2029. Artikel ini menguraikan humanisme sebagai filsafat pendidikan, pembelajaran mendalam, dan integrasi humanisme dalam pembelajaran mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Sumber dalam penelitian ini adalah buku dan jurnal ilmiah yang terkait dengan filsafat pendidikan humanisme dan pembelajaran mendalam. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi dan dianalisis dengan teknik induktif. Pembelajaran mendalam merupakan suatu pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada pengkondisian suasana belajar dan proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara menyeluruh dan terpadu. Pembelajaran mendalam tersebut merupakan manifestasi nyata dari pendidikan humanisme, karena landasan konseptual dan pengalaman belajar yang dikembangkan sejalan dengan nilai-nilai pokok filsafat humanisme. Prinsip berkesadaran memungkinkan peserta didik untuk mampu meregulasi diri, mengelola proses belajarnya, dan bertanggung jawab atas perkembangannya secara mandiri. Prinsip bermakna memberikan arah pembelajaran bahwa apa yang dipelajari peserta didik akan bermanfaat untuk dirinya. Prinsip menggembirakan memungkinkan peserta didik memiliki rasa aman dan bahagia selama proses pembelajaran. Tahap memahami pada pembelajaran mendalam mendorong kesadaran peserta didik untuk membangun kesadaran diri dan mengkontruksi pengetahuannya, tahap mengaplikasi mencerminkan nilai humanistik melalui penerapan pengetahuan secara kreatif dan empatik dalam kehidupan nyata. Tahap merefleksi menegaskan pentingnya regulsi diri, tanggung jawab, dan aktualisasi diri sebagaimana yang ditegaskan oleh Carl Rogers. Dengan demikian, pembelajaran mendalam menjadi pengejawantahan nilai-nilai humanisme dalam pendidikan yang bermakna, reflektif, dan memanusiakan peserta didik.]

Keywords

deep learning humanism independent curriculum

Article Details

Author Biography

Eni Sarmiati, SD Negeri Selo, Yogyakarta, Indonesia

is a teacher of Islamic Religious Education at SD Negeri Selo, Yogyakarta, Indonesia. Her academic interests focus on research in educational methods and learning approaches, particularly those related to the integration of humanistic values in education. Her work emphasizes the development of meaningful, reflective, and student-centered learning that supports students’ personal growth, self-awareness, and humanization within the context of contemporary educational reform.

How to Cite
Humanism as the Spirit of Deep Learning: Integrating Human Values into Meaningful Learning: Humanisme sebagai Jiwa dalam Pembelajaran Mendalam: Integrasi Nilai Kemanusiaan dalam Pembelajaran yang Bermakna. (2025). REACT: Research in Education and Critical Transformation, 1(2), 139-150. https://pub.siradjournal.com/index.php/react/article/view/90

How to Cite

Humanism as the Spirit of Deep Learning: Integrating Human Values into Meaningful Learning: Humanisme sebagai Jiwa dalam Pembelajaran Mendalam: Integrasi Nilai Kemanusiaan dalam Pembelajaran yang Bermakna. (2025). REACT: Research in Education and Critical Transformation, 1(2), 139-150. https://pub.siradjournal.com/index.php/react/article/view/90