Main Article Content

Abstract

This study examines the implementation of online Arrum BPKB financing at Pegadaian Syariah Jambi from the perspective of Sharia Economic Law. Arrum BPKB (Ar-Rahn untuk Usaha Mikro) is a Sharia-based pawn financing scheme that provides micro-entrepreneurs with business capital using vehicle ownership documents (BPKB) as collateral, while the vehicle remains in the owner’s possession. Using a qualitative-descriptive approach with a normative-empirical perspective, data were collected through observation, interviews, and documentation involving employees and customers of Pegadaian Syariah Jambi. The findings indicate that the online Arrum BPKB mechanism combines digital innovation with Islamic legal principles. The financing contract involves two main Islamic contracts: rahn tasjīlī (a documentary pledge where only ownership documents are pledged) and ijarah (leasing for safekeeping of the documents). However, several procedural aspects were found to contradict Sharia Economic Law, such as the absence of written evidence during the contract, ambiguity in the contract termination period, and unclear provisions regarding the use of pledged goods. These findings highlight the need for procedural refinement and regulatory guidance to ensure full compliance with Sharia principles in digital-based financing. This study contributes to the discourse on Islamic pawn services by emphasizing the legal and ethical dimensions of digital transformation in Islamic finance.


[Penelitian ini mengkaji implementasi pembiayaan Arrum BPKB secara daring di Pegadaian Syariah Jambi dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Arrum BPKB (Ar-Rahn untuk Usaha Mikro) merupakan skema pembiayaan berbasis syariah yang memberikan modal usaha kepada pelaku usaha mikro dengan jaminan dokumen kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB), sementara kendaraan tetap dapat digunakan oleh pemiliknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan normatif-empiris. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pegawai serta nasabah Pegadaian Syariah Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme Arrum BPKB daring berhasil mengintegrasikan inovasi digital dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi Islam. Proses pembiayaan melibatkan dua akad utama, yaitu rahn tasjīlī (gadai berbasis dokumen kepemilikan) dan ijarah (sewa atas jasa penyimpanan dokumen). Namun, ditemukan beberapa aspek prosedural yang berpotensi tidak sesuai dengan prinsip syariah, antara lain tidak adanya bukti tertulis saat pelaksanaan akad, ketidakjelasan batas waktu berakhirnya perjanjian gadai, serta tidak adanya kejelasan mengenai pemanfaatan barang jaminan. Temuan ini menegaskan perlunya penyempurnaan prosedur dan pedoman hukum agar pelaksanaan pembiayaan digital dapat sepenuhnya sejalan dengan prinsip Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan layanan gadai syariah digital dengan menyoroti dimensi hukum dan etika dalam transformasi keuangan berbasis syariah.]

Keywords

Arrum BPKB Hukum Ekonomi Syariah Pembiayaan Digital Pegadaian Syariah Rahn Tasjily

Article Details

How to Cite
Transaksi ARRUM BPKB Kendaraan Secara Online di Pegadaian Syariah Jambi Perspektif Hukum Ekonomi Syariah. (2025). SiRad: Pelita Wawasan, 277-286. https://doi.org/10.64728/sirad.v1i3.art7

How to Cite

Transaksi ARRUM BPKB Kendaraan Secara Online di Pegadaian Syariah Jambi Perspektif Hukum Ekonomi Syariah. (2025). SiRad: Pelita Wawasan, 277-286. https://doi.org/10.64728/sirad.v1i3.art7

References

  1. Abdurrahman al-Jazairi. (1993). Fiqh ‘ala Madzahib al-Arba’ah (Juz II). Beirut, Lebanon: Dar al-Ihya’ al-Turats al-‘Arabi.
  2. Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di. (2003). Taisir Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan. Kuwait: Jam’iyyah Ihya’ al-Turats al-Islami.
  3. Abdul Ghofur Anshori. (2006). Gadai Syariah di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  4. Abdulkadir Muhammad. (2000). Hukum dan Penelitian. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
  5. Adrian Sutedi. (2011). Hukum Gadai Syariah. Bandung: Alfabeta.
  6. Agus Yudha Hernoko. (2013). Hukum Perjanjian: Asas Proporsionalitas dalam Kontrak Komersial. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  7. Ahmad Azhar Basyir. (2000). Asas-Asas Hukum Muamalah. Yogyakarta: UII Press.
  8. Al-Imam ash-Shan’ani. (1997). Subul as-Salam (Juz III). Kuwait: Jam’iyyah Ihya’ al-Turats al-Islami.
  9. Amalia, D. (2017). Pengertian, ciri-ciri, dan jenis piutang dalam akuntansi. Diakses dari https://www.jurnal.id/id/blog/2017-pengertian-ciri-ciri-dan-jenis-piutang-dalam-akuntansi/
  10. Arkatullah, A. H. (2009). Perlindungan Hukum bagi Konsumen dalam Transaksi E-commerce Lintas Negara di Indonesia. Yogyakarta: Pascasarjana Fakultas Hukum UII.
  11. Asmi, M. (2015). Indonesia Kuasa Ekonomi ke-5 Besar Dunia Sebelum Tahun 2030. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  12. Badrul Zaman. (1991). Kreditverband, Gadai dan Fiducia. Bandung: Citra Aditya Bakti.
  13. Bastian, I. (2007). Sistem Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat.
  14. Bungin, B. (2001). Metodologi Penelitian Sosial: Format-format Kuantitatif dan Kualitatif. Surabaya: Airlangga University Press.
  15. Chuzaimah T. Yanggo, & Hafiz Anshary. (2004). Problematika Hukum Islam Kontemporer (Cet. ke-3). Jakarta: Lembaga Studi dan Kemasyarakatan (LSIK).
  16. Daeng Naja. (2005). Hukum Kredit dan Bank Garansi: The Bankers Handbook. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
  17. Departemen Pendidikan Nasional. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
  18. Djamanat Samosir. (2016). Hukum Jaminan. Medan: Fakultas Hukum UHN.
  19. Erdah Litriani, & Leni Leviana. (2017). Pengaruh Pembiayaan Modal Kerja terhadap Pendapatan Nasabah pada PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Simpang Patal Palembang. Jurnal Pengaruh Pembiayaan Modal Kerja, 3(2), 27–33.
  20. Etta Mamang Sangadiji, & Sopiah. (2010). Metodologi Penelitian: Pendekatan Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta: Andi Offset.
  21. Fathi, S. (2014). Analisis Penerimaan E-Wallet di Indonesia: Studi Kasus Doku. (Tesis, Universitas Indonesia). Diakses dari http://lib.ui.ac.id
  22. Fina Safinatul Ummah. (2018). Analisis Produk Pembiayaan Arrum BPKB dalam Meningkatkan Usaha Mikro Nasabah Pegadaian Syariah Kantor Cabang Sidorejo. Surabaya: UIN Sunan Ampel.
  23. Frianto Fandia, E. S. Ompusunggu, & Achmad Abror. (2005). Lembaga Keuangan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
  24. Gatot Supramono. (2014). Perbankan dan Masalah Kredit: Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
  25. Hadi, M. S. (2003). Pegadaian Syariah. Jakarta: Salemba Diniyah.
  26. Hadjon, P. M. (1997). Pengkajian Ilmu Hukum: Pelatihan Metode Penelitian Hukum Normatif. Surabaya: Universitas Airlangga.
  27. Hendi Suhendi. (2003). Fikih Muamalah (Cet. ke-1). Jakarta: Salemba Diniyah.
  28. Heri Sudarsono. (2003). Bank dan Lembaga Keuangan Syariah (Cet. ke-2). Jakarta: Salemba Diniyah.
  29. Hilman Imam. (2003). Perbankan Syariah Masa Depan. Jakarta: Senayan Abadi Publishing.
  30. Imam Az-Zabidi. (2001). Ringkasan Shahih Bukhari (Cet. ke-5). Jakarta: Mizan.
  31. J. Satrio. (1993). Hukum Perikatan: Perikatan pada Umumnya. Bandung: Alumni.
  32. Kasmir. (2004). Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  33. Literasi Keuangan. (2012). Industri Jasa Keuangan Syariah: Seri Tingkat Perguruan Tinggi. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.
  34. M. Ali Hasan. (2003). Berbagai Macam Transaksi dalam Islam (Fiqh Muamalah). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  35. Mardani. (2017). Hukum Sistem Ekonomi Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  36. Masjfuk Zuhdi. (1997). Masail Fiqhiyah. Jakarta: PT Gunung Agung.
  37. Mayang, R. (2019). Eksistensi Pegadaian Syariah dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Jurnal Ekonomi Syariah, 7(1).
  38. Muftifiandi. (2015). Peran Pembiayaan Arrum bagi UMKM pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Syariah Simpang Patal Palembang. Jurnal I-Finance, 1(1).
  39. Mulazid, A. (2014). Kedudukan Sistem Pegadaian Syariah dalam Hukum Nasional di Indonesia. Bandung: Alfabeta.
  40. Nasution, S. (2019). Teknik Analisis Data. Tangerang Selatan: Universitas Muhammadiyah Jakarta.
  41. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2016). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 31/P.OJK.05/2016 tentang Pergadaian. Jakarta: OJK.
  42. Pasal 1 angka (1) Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. (2012). Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
  43. Pegadaian Syariah. (2022). Profil dan Produk Layanan Pegadaian Syariah. Diakses 10 Oktober 2022, dari https://www.pegadaian.co.id
  44. Rachmadi Usman. (2016). Hukum Jaminan Keperdataan. Jakarta: Sinar Grafika.
  45. Rafi Putra Arriyan, Luqman Sungkar, & Ginanjar Ibnu Solikhin. (2015). Perbedaan Pinjaman Konvensional dan Pinjaman Syariah. Diakses dari https://flip.id/blog/6-perbedaan-pinjaman-konvensional-dan-pinjaman-syariah
  46. Rahman Firdaus. (2005). Teori Analisa Kredit. Bandung: Puma Sarana Lingga Utama.
  47. Rokhmat Subagiyo. (2014). Tinjauan Syariah tentang Pegadaian Syariah (Rahn). Tulungagung: Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.
  48. Ronal Saija, & Roger. (2016). Buku Ajar Hukum Perdata. Yogyakarta: Deepublish.
  49. Salim HS. (2014). Perkembangan Hukum Jaminan di Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  50. Sayyid Sabiq. (2000). Fiqh as-Sunnah (Jilid III). Kairo: Dar al-Fath.
  51. Skousen, K. F. (2007). Pengantar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
  52. Sudiarta, I. N., dkk. (2014). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bangli. Jurnal Bisma, 2(2).
  53. Sugiyono. (2019). Teknik Analisis Data. Tangerang Selatan: Universitas Muhammadiyah Jakarta.
  54. Sutan Remy Sjahdeini. (2007). Perbankan Islam. Jakarta: Yayasan Adikarya IKAPI.
  55. Syaikh Shaleh bin Fauzan al-Fauzan. (2003). Mulakhkhash al-Fiqhi. Kairo: Dar Ibn Haitsam.
  56. Wawancara dengan Ririn, Marketing Officer Pegadaian Syariah Cabang Jambi, 30 Desember 2023, pukul 13.00 WIB.
  57. Wawancara dengan Sholikatun, Marketing Officer Pegadaian Syariah Cabang Jambi, 29 Desember 2023, pukul 15.00 WIB.
  58. Zayanti Rosa. (2022). Analisis Pembiayaan Arrum pada PT Pegadaian Syariah terhadap Pengembangan Usaha Mikro Kecil (Studi Kasus pada Kantor Cabang Pembantu Syariah Subrantas Kota Pekanbaru). Pekanbaru: Universitas Islam Riau.