Main Article Content

Abstract

The rapid expansion of the beauty service industry, particularly Makeup Artist (MUA) services, necessitates business actors to maintain ethical standards alongside financial gains. This study aims to analyze and compare the implementation of Islamic business ethics in two makeup artist businesses, namely Azhella MUA and Mipmop MUA. Employing a qualitative method with a descriptive-comparative design, data were collected through interviews, observation, and documentation. The analysis focuses on three main principles of Islamic business ethics: equilibrium (justice and balance), responsibility (accountability), and benevolence (ihsan/service quality). The findings reveal that both businesses have implemented these three principles, albeit through different approaches. Azhella MUA emphasizes compliance with sharia principles through strict service restrictions and intensive communication, whereas Mipmop MUA prioritizes professionalism, service flexibility, and problem resolution through customer compensation. These implementational variations are influenced by the foundational business concepts, the owners' comprehension of Islamic ethics, and targeted market segmentation. This study asserts that Islamic business ethics can be adapted according to business characteristics without losing the essence of justice and accountability.


[Perkembangan pesat industri jasa kecantikan, khususnya Makeup Artist (MUA), menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, melainkan juga menjunjung tinggi standar etika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan implementasi etika bisnis Islam pada dua usaha tata rias, yaitu Azhella MUA dan Mipmop MUA. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-komparatif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis difokuskan pada tiga prinsip pokok etika bisnis Islam: equilibrium (keseimbangan/keadilan), responsibility (tanggung jawab), dan benevolence (ihsan/kualitas jasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua usaha tersebut telah mengimplementasikan ketiga prinsip etika bisnis Islam, namun dengan pendekatan yang berbeda. Azhella MUA menitikberatkan kepatuhan pada prinsip syariah melalui batasan layanan dan komunikasi yang ketat, sementara Mipmop MUA lebih mengedepankan profesionalisme, fleksibilitas pelayanan, serta penyelesaian masalah melalui kompensasi pelanggan. Perbedaan implementasi ini dipengaruhi oleh konsep dasar usaha, pemahaman pemilik terhadap etika Islam, serta segmentasi pasar yang dituju. Penelitian ini menegaskan bahwa etika bisnis Islam dapat diadaptasikan sesuai karakteristik usaha tanpa menghilangkan esensi keadilan dan tanggung jawab.]

Keywords

Etika Bisnis Islam Jasa Makeup Artist Studi Komparatif Prinsip Syariah

Article Details

How to Cite
The Implementation of Islamic Business Ethics in Makeup Artist Services: A Comparative Study between Azhella MUA and Mipmop MUA: Implementasi Etika Bisnis Islam pada Jasa Makeup Artist: Studi Komparatif antara Azhella MUA dan Mipmop MUA. (2026). Journal of Social and Behavioral Nusantara. https://pub.siradjournal.com/index.php/jsbn/article/view/163

How to Cite

The Implementation of Islamic Business Ethics in Makeup Artist Services: A Comparative Study between Azhella MUA and Mipmop MUA: Implementasi Etika Bisnis Islam pada Jasa Makeup Artist: Studi Komparatif antara Azhella MUA dan Mipmop MUA. (2026). Journal of Social and Behavioral Nusantara. https://pub.siradjournal.com/index.php/jsbn/article/view/163

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.